Berita

Perpustakaan Nasional RI
Artikel

Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Tahun 2022

Bukittinggi - Implementasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial adalah pendekatan sistem sosial dan pendekatan humanistik. Inklusi sosial memandang perpustakaan sebagai sub sistem pembanguan sosial kemasyarakatan. Melalui pendekatan inklusif ini, perpustakaan mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upya meningkatkan kualitas hidup. UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta turut serta berpartisipasi dalam tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan merancang beberapa kegiatan inklusif berbentuk workshop-workshop guna meningkatkan kualitas hidup pengguna perpustakaan.

Output layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta terdiri dari 3 indikator kinerja yaitu: (1) Terlaksananya Persiapan Layanan Inklusi Sosial; (2) Pelaksanaan kegiatan layanan Inklusi Sosial sesuai target yaitu sebanyak 500 orang’ dan (3) Tersusunnya Evaluasi dan Pelaporan. Workshop-workshop inklusi sosial UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta tahun 2022 berjumlah 7 kegiatan. Menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Workshop-worshop tersebut adalah:

1.        Workshop Karya Tulis Ilmiah Populer Ke-Bung Hatta-an

(FGD: 24 Maret 2022; Workshop: 6 - 8 Juni 2022)

2.        Workshop Pengeloalaan Kewirausahaan: Cafe Agen Literasi

(FGD: 24 Mei 2022; Workshop: 20 - 22 Juni 2022)

3.        Workshop Pengembangan Usaha Koperasi

(FGD: 13 Juni 2022; Workshop: 12 - 14 Juli 2022; Evaluasi: 18 Oktober 2022)

4.        Workshop Budidaya Tanaman Hias

(FGD: 15 Juni 2022; Workshop: 25 - 27 Juli 2022; Evaluasi: 25 Oktober 2022)

5.        Workshop Produk Kreatif bahan kertas bekas

(FGD: 5 Juli 2022; Workshop: 22 - 24 Agustus 2022)

6.        Workshop Redesain Kemasan Produk Inovatif

       (7 - 9 November 2022)

7.        Workshop Foto Prodfuk: sebagai Media Peningkatan Nilai Jual

       15 - 17 November 2022)

Dari 500 orang peserta layanan inklusi sosial, 18 orang berusia di bawa 17 tahun; rentang usia 17 – 21 tahun berjumlah 53 orang; rentang usia 22 - 26 tahun berjumlah 114 orang; rentang usia 27 – 31 tahun berjumlah 73 orang; rentang usia 32 – 36 tahun berjumlah 53 orang; rentang usia 37 – 41 tahun berjumlah 79 orang; rentang usia 42 – 46 tahun berjumlah 48 orang; dan usia di atas 47 tahun sebanyak 62 orang. Dilihat dari jenis kelamin, 128 peserta laki-laki dan 372 peserta perempuan.

 

Penulis : Rendy Oktriananda

Penyunting : Christyawan Ridanto Pitoyo


Galeri Berita


Image Image Image Image Image Image Image