Berita

Perpustakaan Nasional RI
Artikel

Eksplorasi Pemanfaatan Kertas melalui Workshop Produk Kreatif Bahan Kertas Bekas

Bukittinggi – UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mengadakan Workshop Produk Kreatif Bahan Kertas Bekas. Workshop ini merupakan salah satu kegiatan dari 6 kegiatan Prioritas Nasional Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dilaksanakan untuk menunjang Program Perpustakaan dan Literasi. Workshop Produk Kreatif Bahan Kertas Bekas ini juga dimaksudkan untuk membekali peserta supaya menguasai teknik desain dan aplikasi keterampilan, khususnya brand produk yang terbuat dari bahan kertas bekas sehingga menghasilkan kreatifitas seni dan meningkatkan nilai jual yang signifikan.

Setelah pelaksanaan FGD pada 5 Juli lalu, dilakukan pendaftaran dan seleksi peserta yang dibuka dari tanggal 13 Juli sampai 5 Agustus. Dari 369 pendaftar diperoleh 75 orang peserta yang terdiri dari 45 peserta UMKM dan 30 peserta masyarakat umum yang diantaranya mahasiswa, freelancer, wiraswasta, ibu rumah tangga, guru, serta honorer.

Workshop Produk Kreatif Bahan Kertas Bekas dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 22 Agustus sampai dengan 24 Agustus 2022. Pemateri yang dihadirkan pun terdiri dari berbagai macam latar belakang yaitu akademisi dan CEO/Founder komunitas pencipta karya dari kertas.

Hari pertama pelaksanaan workshop disampaikan oleh Aling Nur Naluri selaku CEO/Founder Salam Rancage yang memproduksi kerajinan tangan premium yang terbuat dari koran yang digunakan kembali sekaligus memberdayakan komunitas perempuan untuk mencapai keharmonisan finansial, sosial, dan lingkungan. Pada sesi pertama peserta dibekali ilmu tentang menganyam dasar bulat, dan dilanjutkan pada sesi kedua dengan menganyam dasar kotak, serta latihan melitur. Peserta dibekali dengan teknik menganyaman dan finishing karya dari lintingan koran menjadi wadah yang bisa digunakan tanpa perlu khawatir akan rusak dikarenakan berbahan dasar koran. Pada akhir sesi, karya yang telah dibuat dinilai dan dipilih satu terbaik dari 8 kelompok yang ada.

Pada hari kedua, menghadirkan Reza Mahmud Rauf, STP yang lebih dikenal dengan Rauf Raphanus. Selain aktif dalam desain grafis papercraft, mempromosikan, dan membuat branding yang baik dengan menggunakan papercraft, Rauf juga aktif sebagai penyiar radio, narator berita, dan pengisi suara komersial sekaligus menjadi founder Peri Kertas yaitu komunitas kerajinan kertas terbesar di Indonesia yang berdiri pada tahun 2009. Dengan bantuan Grup Facebook, Peri Kertas sekarang tumbuh lebih besar dari sebelumnya. Pada sesi pertama beliau menyampaikan tentang Perakitan Model Kertas (Papercraft) menggunakan kertas pakai ulang (re-use dan dilanjutkan dengan Desain Model Kertas (Papercraft) menggunakan Sketchup Web. Papercraft yang dirakit adalah desain dari Jam Gadang yaitu ikon dari Kota Bukittinggi. Selanjutnya, dipilih 8 karya papercraft Jam Gadang terbaik dari masing-masing kelompok dan dinilai satu terbaik serta diberikan apresiasi. Pada sesi ini, Rauf Raphanus juga menjelaskan bahwa Yayasan Peri Kertas yang dikelola olehnya telah berkerjasama dengan Trans Studio Mall Cibubur meluncurkan Nusantara Papercraft Kit, program yang bertujuan mengedukasi dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia melalui karya seni model kertas 3 dimensi. Dengan menampilkan budaya dari 10 provinsi Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Papua, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Rauf Raphanus juga menyerahkan cinderamata kepada UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang diwakili oleh Koordinator Layanan Informasi dan Kerjasama Perpustakaan berupa Nusantara Papercraft Kit.

Hari terakhir pelaksanaan Workshop pada sesi pertama diisi oleh Putri Ayu Pratami yang merupakan CEO Ichinogami Papercraft Expert. Beliau memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman bekerja di Bidang Hubungan Masyarakat dan Pemasaran Badan Komunikasi. Tidak hanya itu, beliau mengembangkan konsep untuk kampanye komunikasi program dan penjualan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi serta berpengalaman dalam bekerja dengan multistakeholder dan beragam teamwork. Pada kesempatannya menyampaikan tentang digital marketing framework atau kerangka kerja pemasaran digital. Peserta juga dibekali tentang trik jitu dalam pemanfaatan pasar melalui dunia digital yang semakin berpengaruh pada saat sekarang.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Amrizal, S.Pd, M.A yang merupakan seorang dosen Kriya ISI Padang Panjang.  Selain mengajar, beliau juga aktif menjadi Pembicara Konfrensi/Seminar/Simposium, menghasilkan Karya ilmiah berupa jurnal dan buku, serta Instruktur Pelatihan Karya Daur Ulang, di Balai Latihan Kerja Kota Padangpanjang. Materi yang disampaikan yaitu Relief dari Bubur Kertas. Peserta membuat relief dari bahan dasar koran yang telah dijadikan bubur dan dicampur dengan lem kertas. Karya dicetak di atas papan yang telah dibuatkan desain.

Diharapkan dengan adanya Workshop Produk Kreatif Bahan Kertas Bekas ini dapat membekali peserta supaya menguasai teknik desain dan aplikasi keterampilan, khususnya brand produk  yang terbuat dari bahan kertas bekas seperti koran dan kertas re-use sehingga menghasilkan kreatifitas seni dan meningkatkan nilai jual yang signifikan. Dengan demikian masyarakat Kota Bukittinggi bisa memanfaatkan kertas yang mudah didapat menjadi peluang usaha souvenir maupun barang ciri khas dari bukittinggi sekaligus memperkenalkan kota kelahiran Bung Hatta melalui destinasi oleh-oleh yang unik.

 

 

Penulis : Vyona

Penyunting : Christyawan Ridanto Pitoyo

Fotografer : Basitungkin Media Production


Galeri Berita


Image Image Image Image Image Image Image