Artikel

Pelaksanaan Apel Pagi Perpustakaan Nasional RI oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

Bukittinggi – Apel pagi merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin oleh Perpustakaan Nasional RI sesuai Surat Edaran Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI nomor 22 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Apel Pagi di lingkungan Perpusnas. Pada tanggal 18 April 2021. Senin (18/04) UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta kembali menjadi petugas apel pagi dengan pembina apel adalah Mariana Ginting selaku Pustakawan Ahli Utama pada Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan (Pusbiola).

 

Adapun Master of Ceremony (MC) yang bertugas pada hari itu yaitu Salsabil Rahmawati Kasella, Pengelola Barang Milik Negara. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penghormatan kepada Bendera Negara Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, lalu dilanjutkan mengheningkan cipta bersama-sama dipimpin oleh pembina apel.

 

Setelah mengheningkan cipta selesai, pembacaan naskah Pancasila dilakukan oleh pembina apel diikuti oleh seluruh peserta apel. Setelah itu, pembacaan pembukaan UUD 1945 dilakukan oleh Hestianna, Pranata Keuangan APBN Terampil dan dilanjutkan dengan pembacaan Panca Prasetya Korpri oleh Anggie Setya Putri, Pengelola Keuangan. Dilanjutkan dengan arahan dari pembina apel.

 

Dalam arahannya, Mariana Ginting memaparkan kajian dari Pusbiola yaitu Ekosistem Penerbitan di Indonesia : Penguatan Budaya Literasi dari Sisi Hulu. Keberadaan industri penerbitan merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap ketersediaan buku yang dapat diakses oleh masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh dari booksinprint, terdapat 133.267 judul buku. Selain itu, di dalam kajian tersebut Tim Kajian Pusbiola membahas 4 aspek penting penerbitan yang saling terkait, diantaranya adalah judul, pengarang, penerbit, dan tempat terbit. Keterkaitan keempat aspek itu menyebabkan dinamika data sekalipun dinamika hanya ada dalam 1 aspek. Perpustakaan Nasional sebagai poros pergerakan literasi memiliki nahkoda ke arah mana perkembangan literasi ditujukan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, paradigma perpustakaan berfokus pada transfer knowledge 70%, knowledge management 20% dan collection management 10%. Hal ini dapat dimaknai bahwa setiap sumber daya perpustakaan ditransformasikan kepada setiap pemustaka atau masyarakat untuk menghasilkan suatu karya atau jasa yang dapat meningkatkan perpustakaan. Perpustakaan dan Pustakawan dituntut selalu berinovasi, berkreasi, berkolaborasi dan bersinergi.

 

Setelah pengarahan, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Hari Sunandar, Pustakawan Ahli Pertama dan ditutup oleh MC.

 

Dengan adanya kegiatan apel pagi setiap minggunya di lingkungan Perpustakaan Nasional RI, diharapkan kegiatan ini dapat memelihara dan meningkatkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air, pengabdian terhadap negara dan rakyat Indonesia, serta ketaatan terhadap ideologi Pancasila dan UUD 1945 bagi seluruh pegawai.

 

Penulis            : Anggie Setya Putri

Penyunting     : Christyawan Ridanto Pitoyo