Artikel

Bung Hatta Di Mata Generasi Milenial Kota Bukittinggi

Bukittinggi - Rabu (06/10) UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mengadakan seminar kajian yang mengambil tema “Bung Hatta Di Mata Generasi Milenial Kota Bukittinggi”, dalam kegiatan ini juga diberlakukan protokol kesehatan  yang ketat dimana sebelum masuk ke dalam ruangan setiap peserta diwajibkan untuk memakai masker yang telah disiapkan panitia, mencuci tangan dengan handsanitizer, pengukuran suhu badan bagi setiap peserta dan menjaga jarak, semua rangkaian prosedur ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Kegiatan ini dihadiri oleh 37 peserta yang berasal dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, ASN dan juga guru sejarah di Kota Bukittinggi. Seminar kajian ini dibuka langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Drs. Nur Karim, M.Hum. Dalam sambutannya, Nur Karim menyampaikan bahwa generasi milenial  saat ini merupakan generasi yang  memiliki pengetahuan yang cukup luas hal ini dikarenakan generasi milenial sejak dari kecil sudah mengenal dan menggunakan teknologi informasi (gawai), namun perkembangan teknologi  ini seperti dua sisi mata uang, dimana bisa bersifat positif ataupun dapat  juga bersifat negatif, salah satu hal negatif yang dapat ditimbulkan bagi generasi milenial adalah menghasilkan generasi yang apatis dan skeptis di lingkungannya karena mereka disibukkan  perhatiannya kepada gawai yang mereka pegang, salah satu hal iniah yang mendasari dilaksanakan kegiatan  Kajian UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta yang bertemakan  “Bung Hatta Di Mata Generasi Milenial Kota Bukittinggi”. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan generasi milenial dapat mengenal sosok Bung Hatta dan juga dapat menjadikannya sebagai  contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan (guru besar ilmu sejarah di Universitas Andalas Padang), sedangkan pembicara lainnya adalah Dr. Dra. Silfia Hanani, M.Si (peneliti ke-Bung Hatta-an dan juga pengajar di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran/Filsafat IAIN Bukittinggi), dan sebagai penyaji kajian dalam seminar ini adalah  Desli Yenita, S.Pd (pustakawan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta), dalam paparannya, Desli menyampaikan ada 5 hal yang bisa ditiru oleh generasi milenial dari sosok Bung Hatta,  contoh dari kesederhanaan, Bung Hatta antara lain keinginan Bung Hatta untuk mempunyai sepatu bally namun sampai akhir hayat beliau tidak dapat terwujud karena keterbatasan ekonomi. Sikap berikutnya yang dapat dicontoh adalah ketelitiannya, selanjutnya rasa cinta kepada tanah air yang konsisten, Bung Hatta juga merupakan seorang Bapak Literasi (gemar membaca buku), sikap Bung Hatta yang sangat dikenal lainnya adalah kejujurannya, kelima sikap Bung Hatta ini baru sebagian dari sikap-sikap Bung Hatta.

Gusti Asnan menyampaikan bahwa tema kajian ini sangat menarik, karena di beberapa negara juga telah melakukan penelitian yang serupa seperti di Vietnam dengan tokoh Ho Chi Minh di mata generasi muda Vietnam, kemudian di India bagaimana Mahatma Gandhi di mata generasi muda India. Penelitian-penelitian ini merupakan salah satu bentuk kerinduan dan keingintahuan generasi muda kepada para founding father.

Narasumber berikutnya Silfia Hanani, mengatakan sesungguhnya generasi milenial adalah generasi yang cepat lupa. Hal ini disebabkan generasi milenial dihadapkan pada tawaran-tawaran yang selalu baru termasuk dalam hal tawaran bacaan, salah satu akibatnya adalah  generasi milenial menjadi generasi yang hilang dari keidentitasannya termasuk dalam memahami identitas bangsa, untuk itu salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan selalu memperkenalkan identitas Bangsa Indonesia termasuk tokoh founding father kita Bung Hatta.

 

Penulis            : Ditya Heryo Kuntyardi

Penyunting     : Christyawan Ridanto Pitoyo