Artikel

WORKSHOP SENI SABLON KE-BUNG HATTA-AN DENGAN TEKNIK SEDERHANA

Bukittinggi – UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta melaksanakan Workshop Seni Sablon ke-Bung Hatta-an. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tanggal 7 - 9 Juni 2021 bertempat di Ruang Seminar UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang yang berasal dari Komunitas Seni, UMKM, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum.

 

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Workshop Seni Sablon merupakan kegiatan pertama sebagai pembuka dari 10 jenis kegiatan workshop lainnya dalam Inklusi Sosial.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan ilmu tentang teknik seni sablon dalam bentuk kreatifitas seni yang bagus dan punya nilai jual.

 

Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Drs. Nur Karim, M.Hum. Kepala UPT menjelaskan bahwa workshop seni sablon ke-Bung Hatta-an merupakan salah satu kegiatan yang menunjang tercapainya target kinerja yang sudah ditetapkan untuk UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Keluaran dari hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya workshop seni sablon ke-Bung Hatta-an agar para peserta dapat menguasai dan menerapkan pengetahuan tentang seni sablon yang didapatkannya selama workshop.

 

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Pakar/Praktisi Ahmad Bahrudin, S.Sn, M.Sn dengan judul Prospek dan Peluang Usaha Seni Sablon Digital secara daring melalui aplikasi zoom pada sesi pertama. Selanjutnya sesi kedua oleh Edi Eskak, S.Sn, M.Sn dengan materi Perancangan Desain, Pengetahuan Bahan, dan Teknik Produksi Seni Sablon ke-Bung Hatta-an secara luring. Ahmad Bahrudin, S.Sn, M.Sn menjelaskan bahwa membuka usaha sablon merupakan salah satu inspirasi peluang bisnis yang bisa dicoba dengan modal ringan dan mendapat keuntungan yang cukup besar dengan target pasar yang luas dengan alat sablon yang sederhana. Kita dapat membukanya secara perlahan dengan mulai usaha membuat sablon kaos manual, kemudian jika sudah berkembang, dapat membuat penyablonan digital.

 

Pada hari kedua sesi pertama dilanjutkan dengan pemateri Riswel Zam, S.Sn, M.Sn melalui aplikasi zoom dengan materi Seni Sablon Teknik Sederhana. Sesi kedua peserta kembali dipandu oleh Ahmad Bahrudin, S.Sn, M.Sn melalui tatap muka dengan materi dan praktek Teknik dan Implementasi Seni Sablon Digital. Kemudian pada hari terakhir di sesi pertama diisi oleh Amrizal, S.Pd, M.A dengan materi Sablon Manual (Screen Printing) secara daring. Sesi terakhir di hari terakhir oleh Riswel Zam, S.Sn, M.Sn dengan materi dan praktek Pengaplikasian Seni Sablon Teknik Sederhana. Riswel Zam, S.Sn, M.Sn menjelaskan bahwa peluang wirausaha sablon dapat mewadahi kreasi dan ekspresi seni bernilai ekonomis sehingga dapat berpartisipasi dalam indutri pariwisata. Teknik sablon sederhana tidak membutuhkan modal awal yang besar (sarana dan prasarana) dan dapat dilakukan secara mandiri, mudah, dan cepat. Pada saat sekarang, jasa sablon yang merupakan salah satu layanan dimana konsumen bisa memesan berbagai jenis barang yang akan di sablon. Baik itu berupa stiker, spanduk maupun berbagai jenis pakaian. Namun perlu diketahui bahwa jasa sablon yang paling dibutuhkan saat ini adalah jasa sablon kaos. Selain itu sudah tahukah kita dengan semakin banyak permintaan konsumen akan kaos sablon ini, membuat semakin banyak tempat jual kaos sablon. Namun tempat jual kaos sablon tersebut pastinya juga akan membutuhkan kaos sablon yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan dari konsumen. Dengan melihat prospek bisnis usaha jasa sablon ini, kita dapat mempertimbangkan untuk memulainya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membekali peserta supaya menguasai teknik sablon sehingga menghasilkan kreatifitas seni yang bagus. Kegiatan ini juga menunjang Kegiatan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta sesuai dengan target yang sudah ditetapkan.

 

Penulis : Vyona

Penyunting : Christyawan Ridanto Pitoyo

Fotografer : Johar Dwiaji Putra