Artikel

Wujudkan Café Agen Literasi melalui Workshop Pengelolaan Kewirausahaan

Bukittinggi – Dewasa ini, pelaku usaha café, coffee shop dan usaha sejenis lainnya banyak digemari masyarakat, dilihat dari menjamurnya usaha-usaha tersebut. Konsumennya pun menyambut baik kehadiran café, coffee shop dan usaha sejenis lainnya ini yang digunakan mulai dari sekadar tempat nongkrong hingga ruang bekerja. Café, coffee shop dan usaha sejenis lainnya ini memiliki peluang yang besar untuk bertransformasi menjadi salah satu agen literasi, yaitu pihak yang dapat memperluas literasi masyarakat dengan menghadirkan berbagai macam inovasi. Contohnya adalah dengan hadirnya Perpustakan Kafe. Perpustakaan Kafe adalah sebuah konsep unik sebagai usaha peningkatan minat baca dan interaksi sosial yang nyaman dengan tetap mengutamakan fungsi peluang usaha yang mendukung penyebaran literasi masyarakat. Melalui kerangka inilah Perpustakaan Nasional RI dalam hal ini UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam mengimplementasikan paradigma kegiatan yang berbasis inklusi sosial, mengadakan kegiatan Workshop Pengelolaan Kewirausahaan : Café Agen Literasi.

 

Kegiatan ini merupakan salah satu Program Prioritas Nasional : Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dilaksanakan untuk menunjang Program Perpustakaan dan Literasi Perpustakaan Nasional RI. Juga, merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

 

Workshop Pengelolaan Kewirausahaan : Café Agen Literasi dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 20 hingga 22 Juni 2022 di Balai Sidang Bung Hatta. Workshop ini dimaksudkan untuk membekali peserta agar dapat menguasai pengembangan bisnis baik offline maupun online khususnya di bidang food and beverages, termasuk pemasarannya serta dapat berinovasi dan berkembang menjadi salah satu agen literasi bagi masyarakat sekitar.

 

Peserta workshop berjumlah 75 orang yang lolos seleksi dari 146 pendaftar. Dari 75 peserta tersebut, 41 diantaranya merupakan representasi pengelola Cafe, cofeeshop dan usaha sejenis, 15 peserta dari kalangan mahasiswa, ASN sejumlah 10 peserta, belum bekerja atau fresh graduate sejumlah 3 peserta dan pekerjaan lainnya sebanyak 6 peserta. Pemateri yang dihadirkan pun tidak tanggung-tanggung, mulai dari pengusaha muda, konsultan bisnis hingga pegiat literasi.

 

Hari pertama pelaksanaan workshop, peserta dibeli ilmu tentang Bussiness Development dan Design Thingking yang diberikan oleh Ryan Angkawijaya, seorang pengusaha muda dan Founder sekaligus CEO pada PT. Rambut Nenek Indonesia (Snazzy Boom). Beliau juga merupakan pemenang pertama Juragan Jaman Now (Metro TV) tahun 2022 dan pernah meraih gelar Wirausaha Muda Berprestasi 2018 Tingkat Nasional. Ryan membekali peserta bagaimana cara mengembangkan bisnis dan pola pikir untuk berempati terhadap permasalahan dan masalah yang berpusat pada costumer untuk menaikkan level bisnis agar dapat bersaing dengan para competitor di bidangnya. Ryan juga menyelingkan pemberian meteri dengan metode sharing experience dan games-games kecil.

 

Kurniadi Ilham, seroang growth manager yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan perusahaan dan juga Konsultan Bisnis mengisi materi di hari kedua workshop. Memberikan ilmu tentang Smart Business Map (SBM), yaitu sebuah tools untuk memantau kesehatan bisnis. SBM bisa digunakan sebagai alat pemetaan dalam membenahi sebuah bisnis atau melihat kesehatan sebuah usaha. Membagi model bisnis plan menjadi 3 bagian utama yaitu Playing Field, Market Landscape dan Operational Profitability, konsultan bisnis yang juga dikenal dengan nama Adiya ini mengajak peserta untuk bersama-sama memetakan bisnis mereka dengan membuat sebuat potret (snapshot) dari usaha peserta dengan menjawab 12 pertanyaan dasar dalam SBM.

 

Hari terakhir pelaksanaan workshop diisi oleh Muhammad Subhan, seorang penulis, editor, motivator kepenulisan, content creator, dan pegiat literasi Sumatra Barat. Beliau memberikan materi tentang Penjenamaan dan Penguatan Program Café Agen Literasi. Sebagai pegiat literasi, Subhan juga mengajak peserta untuk mulai membudayakan kembali penggunaan bahasa Indonesia sebagai upaya pelestarian bahasa dan meningkatkan literasi bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Dalam materinya, Subhan juga mengajak para peserta untuk melakukan brain strorming tentang bagaimana membangun sebuah program literasi yang bisa diterapkan dalam bisnis café, coffee shop dan usaha sejenis lainnya. Karena baginya, program adalah “darah” gerakan di Cafe Agen Literasi. Memiliki basecamp menarik dan SDM unggul, tetapi sepi program menjadikan cafe semata bisnis oriented. Subhan juga memberikan reward berupa buku terbarunya, “Bensin untuk Bapak” kepada 3 kelompok dengan program Café Agen Literasi terbaik.

 

Workshop Pengelolaan Kewirausahaan : Café Agen Literasi kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala UPT Perpustakaan Prokalamator Bung Hatta, Drs. Nur Karim, M.Hum setelah sebelumnya diumumkan peserta teraktif dan peserta kreatif dalam membuat instagram story. Diharapkan dengan adanya program ini, para pelaku usaha café, coffee shop dan usaha sejenis lainnya, khususnya yang berada pada kelas UMKM dapat menaikkan kelas bisnisnya, namun tidak hanya sekadar berorientasi pada profit, ia juga diharapkan dapat menyebarluaskan literasi, dalam bentuk apapun, kepada masyarakat sekitarnya. Sehingga, keberadaannya dapat memberikan dampak yang lebih luas dan positif. Serta, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mengembangkan budaya baca masyarakat dan meningkatkan indeks literasi Indonesia, sehingga pertanyaan Hatta untuk negeri, “Kita masih terus berjuang jadi tuan rumah di negeri sendiri, tanyakan pada diri, apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini?", dapat terjawab.

 

Penulis            : Rendy Oktriananda

Penyunting     : Christyawan Ridanto Pitoyo

Fotografer      : Basitungkin Media Production