Artikel

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Sukses Selenggarakan Workshop Karya Tulis Ilmiah Populer

Bukittinggi - Mentari sedang bersinar cukup cerah, kala sejumlah orang datang satu per satu ke Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, pada Senin (6/6). Balai sidang yang terletak tidak jauh dari Monumen Jam Gadang tersebut, menjadi lokasi penyelenggaraan workshop karya tulis ilmiah populer tentang Bung Hatta.

 

Workshop karya tulis ini merupakan salah satu kegiatan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang diadakan oleh Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Tahun ini adalah tahun kedua, dimana Perpustakaan Proklamator Bung Hatta telah mengawali program layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial pada tahun 2021.

 

Layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh lembaga perpustakaan. Layanan ini ditujukan kepada masyarakat umum secara luas. Tujuannya adalah meningkatkan nilai guna dari segenap koleksi yang dimiliki perpustakaan, agar masyarakat dapat lebih merasakan manfaatnya. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mewujudkan layanan berbasis inklusi sosial ini dengan menghadirkan sejumlah workshop.

 

Workshop karya tulis merupakan agenda pertama dari beberapa kegiatan inklusi sosial, yang telah disiapkan Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di tahun 2022 ini. Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Nur Karim. “Saya mengucapkan selamat datang untuk seluruh peserta. Manfaatkanlah workshop tiga hari ini untuk menggali ilmu tentang kepenulisan sebanyak-banyaknya,” sambut Nur Karim seraya mengetuk mikrofon tanda dibukanya kegiatan workshop.

 

Berbeda dengan penyelenggaraan workshop serupa di 2021 yang melibatkan 30 peserta, tahun ini ada peningkatan jumlah peserta hingga 75 orang. Tujuan penambahan peserta ini, tentu saja agar lebih banyak orang bisa merasakan program perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut. Muara dari pelaksanaan program berbasis inklusi sosial ini adalah ingin membuktikan bahwa lembaga perpustakaan dapat berkontribusi secara nyata, yang diharapkan mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

 

Peserta yang hadir di Balai Sidang Bung Hatta adalah para peserta terpilih. Mereka telah melewati tahapan seleksi, dimana karya tulis awal mereka dianggap memenuhi syarat untuk mengikuti workshop karya tulis ilmiah tentang Bung Hatta ini. Peserta workshop tidak hanya datang dari wilayah Sumatera Barat. Namun, dari provinsi tetangga seperti Sumatera Utara dan Jambi juga turut berpartisipasi. Latar belakang peserta pun beragam. Bahkan ada peserta yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama.

 

Seperti workshop karya tulis tahun lalu, para peserta diminta untuk menuliskan sebuah karya seusai workshop dilaksanakan. Tahun ini, genre tulisan yang dipilih adalah feature. Selama tiga hari, para narasumber silih berganti menyampaikan materi terkait kepenulisan, khususnya penulisan jenis feature.

 

Narasumber hadir secara luring dan daring. Pada hari pertama workshop (6/6) Ahmad Fuadi hadir secara daring sebagai pembuka kegiatan workshop. Lelaki yang terkenal sebagai penulis novel trilogi Negeri 5 Menara tersebut, membagikan ceritanya terkait bagaimana memproduksi tulisan secara apik. Tak cuma apik, Fuadi juga menyampaikan betapa pentingnya pengemasan karya tulis agar mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi. “Packaging dan promosi adalah hal yang krusial, saat kita melemparkan karya tulisan kita ke orang lain,” papar Fuadi.

 

Setelah Ahmad Fuadi, giliran Anita Hairunnisa yang hadir sebagai narasumber secara luring. Kali ini, peserta diajak berkegiatan outdoor. Kegiatan ini bertajuk Treasure Hunt. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan lima orang. Mereka kemudian berkeliling ke sekitar Balai Sidang Bung Hatta dan Jam Gadang, untuk menyelesaikan sejumlah tantangan. Cara ini menjadi inovasi, dalam penyampaian materi agar tidak bosan dengan metode ceramah.

 

Hari kedua workshop (7/6) Perpustakaan Proklamator Bung Hatta menghadirkan dua narasumber yang tidak kalah semarak dengan pelaksanaan di hari sebelumnya. Pertama adalah Prof. Gusti Asnan yang menyapa peserta secara daring. Pengajar dari Universitas Andalas ini menyampaikan materi terkait sumber sejarah untuk penulisan feature bertema sejarah. Berikutnya, hadir Cahyadi Takariawan yang datang langsung ke Balai Sidang Bung Hatta. Penulis asal Yogyakarta ini berbagi pengalaman menulisnya seraya membagikan buku-buku karyanya kepada peserta yang beruntung.

 

Hari ketiga workshop (8/6) hadir tiga narasumber sekaligus. Muhammad Subhan yang datang langsung, membagikan pengalamannya kala masih aktif sebagai jurnalis. Aktivis literasi dari Padang Panjang tersebut, menunjukkan sejumlah tulisannya yang bergenre feature di beberapa media massa. Ia menutup sesinya dengan memberikan challenge kepada peserta untuk membuat sebuah lead atau pembuka dari feature.

 

Berikutnya, hadir Yurnaldi dan Edi Wiyono yang menyapa peserta melalui daring. Di pengujung hari, kegiatan workshop ditutup oleh Subkoordinator Pelayanan Informasi Perpustakaan Erni Zulfan yang mewakili Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Dari keikutsertaan workshop ini, peserta diharapkan mempunyai pengetahuan baru terkait dunia kepenulisan. Akhirnya, sampai jumpa di workshop karya tulis berikutnya! 

 

Penulis            : Johar Dwiaji Putra

Penyunting     : Christyawan Ridanto Pitoyo

Fotografer      : Tim Basitungkin