Berita

BEDAH BUKU “BUNG HATTA DI MATA TIGA PUTRINYA”

  • 03SEP2018 0
posted by Maynardo Ricard, S.T

Bukittinggi – Kegiatan bedah buku yang diselenggarakan di Auditorium
UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta tanggal 29 Agustus 2018
lalu mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Peserta kegiatan bedah buku terdiri dari berbagai kalangan mulai dari
masyarakat umum, komunitas rumah baca, siswa SMA/sederajat, Mahasiswa,
Guru, Dosen, Rektor dari beberapa perguruan tinggi di Sumatera Barat, kepala
Dinas dan staf perpustakaan kabupaten kota se-Sumatera Barat bahkan
undangan khusus dari Perpustakaan Universitas Gadjah Mada serta Dinas
Kearsipan dan Perpustakaan Kota Surakarta.

Kegiatan yang merupakan event tahunan UPT Perpustakaan Proklamator
Bung Hatta ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir
Bung Hatta yang jatuh pada tanggal 12 Agustus.

Pada peringatan hari lahir ke-116 Bung Hatta tahun ini, buku yang dibedah
merupakan buku karangan ketiga putri Sang Proklamator yakni:
Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta dan Halida Nuriah Hatta. Buku
berjudul “Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya”.

Hadir sebagai narasumber adalah putri sulung Bung Hatta Meutia Farida Hatta
yang lebih akrab dipanggil Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono, Prof. Dr. Mestika Zed, M.A,
sejarawan sekaligus guru besar Universitas Negeri Padang yang juga
penulis buku “Cara Baik Bung Hatta”, dan Kepala Perpustakaan Nasional
Drs. Muhammad Syarif Bando, MM.

Kepala Perpustakaan Nasional RI dalam sambutannya menyampaikan
bahwa Bung Hatta adalah sosok yang sangat terkenal hingga ke mancanegara.
Banyak kiprah politik dan karir internasional yang dijalani belian semasa hidupnya.
Informasi seputar Bung Hatta dapat dengan sangat mudah dicari bahkan melalui
mesin pencari semisal google.

Namun informasi yang diberikan tidak tuntas. Untuk itu masyarakat dapat
memanfaatkan perpustakaan untuk mencari segala hal yang berkaitan dengan
Mohammad Hatta, karena perpustakaan berperan sebagai jembatan peradaban
masa lalu, kini dan yang akan datang.
Selain itu Muhammad Syarif Bando juga menyampaikan bahwa
Perpustakaan Nasional merencanakan akan menginternalisasikan pemikiran-
pemikiran Bung Hatta secara
nasional mulai pada tahun 2019.

Sementara itu dalam paparannya, Meutia Hatta menyampaikan poin-poin penting
yang ada dalam buku yang ditulis bersama dengan dua orang adiknya tersebut.
Poin –poin penting tersebut terkait dengan pola pengasuhan dan pendidikan yang
dilakukan Bung Hatta dalam keluarganya.

Pola pengasuhan tersebut tentunya diharapkan dapat diteladani oleh keluarga-keluarga
masa kini. Ada beberapa kepribadian Bung Hatta dalam kesehariannya yang
disampaikan dalam buku “Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya” antara lain: mengenai
keteraturan dan ketertiban. Sebagai seorang ayah, Bung Hatta mencontohkan
kepada anaknya tentang manajemen waktu seperti bangun tidur di pagi hari
hingga tidur pada malam harinya.

Keteraturan dalam menjalankan ibadah sholat lima waktu, cara berpakaian
menurut waktu dan tempatnya hingga meletakkan barang-barang yang diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari sesuai pada tempatnya. Semua hal tersebut
dilakukan secara terus menerus dan teratur sehingga terciptalah ketertiban dalam kehidupan.

Kepribadian selanjutnya adalah tentang sifat hemat Bung Hatta. Sifat hemat
dalam hal ini bukan berarti pelit atau membeli barang yang murah melainkan
hemat dengan perhitungan membeli barang yang mahal karena kualitas lebih baik
dan tahan lama. Hemat yang dimaksud Bung Hatta adalah agar tidak boros
dalam membelanjakan uang, maka barang-barang yang masih bagus harus
dirawat agar tahan lama karena merawat berkaitan erat dengan sifat hemat.

Selain itu Bung Hatta juga menekankan kepada keluarganya agar dapat
mengendalikan nafsu berbelanja yang berlebihan. Hal ini adalah salah satu cara
mengutamakan kepentingan mendesak dan berkorban untuk orang lain
(membantu orang lain yang lebih membutuhkan uang. Hal ini pulalah yang
menjadi alasan Bung Hatta tidak membeli sepatu Bally sampai akhir hayatnya
karena tabungannya tidak pernah cukup disebabkan lebih mendahulukan
keinginan orang yang membutuhkan.

Bung Hatta juga merupakan pribadi cinta damai. Beliau selalu berusaha
menciptakan suasana yang damai, bahkan Bung Hatta di mata anak-anaknya
tidak pernah mengumbar marah dengan suara keras ataupun menbanting pintu.
Kepribadian baik lainnya dari seorang Mohammad Hatta adalah prinsip sama
kata dan perbuatan.

Bung Hatta adalah orang yang selalu menepati janji. Sikap yang dipegang
teguh oleh Bung Hatta tersebut juga menjadi salah satu alasan beliau
mengundurkan diri sebagai wakil presiden RI. Parlemen yang tidak kunjung
menyetujui dan memutuskan penggunaan anggaran untuk masyarakat membuat
Bung Hatta tidak bisa memenuhi janjinya kepada rakyat saat kunjungan kerja
terkait perbaikan ekonomi dan kemajuan daerah.

Prof. Dr. Mestika Zed juga menimpali paparan yang disampaikan oleh
Meutia Hatta dengan mencantumkan beberapa catatan dalam makalahnya.
Dalam makalahnya beliau juga mengutip pesan Bung Hatta yang kedengarannya
sederhana namun sangat dalam maknanya yakni “Hidup jangan hanya
mencari uang, perjuangkanlah nasib orang lain. Itu lebih mulia”.

Pesan Bung Hatta tersebut
agaknya mulai sulit ditemui dalam kehidupan saat ini dimana manusia lebih
cenderung individualis dan tidak peka terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.

Selain bedah buku, dalam kegiatan ini juga terdapat beberapa rangkaian
acara diantaranya launching atau peluncuran buku tentang Bung Hatta
berjudul “ Bung Hatta Pendidikan dan Karakter” karangan
Dr. Silfia Hanani, M.Si dan Susi Ratna Sari, M.Pd. Keduanya merupakan
dosen IAIN Bukittinggi yang selama ini sering terlibat dalam kegiatan kajian
tentang Bung Hatta di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.

Di penghujung acara juga dilakukan penyerahan hadiah kepada pemenang
lomba pembuatan film dokumenter Bung Hatta, dimana hadiah kepada
pemenang diserahkan langsung oleh ibu Meutia Hatta, Kepala
Perpustakaan Nasional RI Drs. Muhammad Syarif Bando, MM, Prof. Dr. Mestika Zed,
serta kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Purwanto, S.IPI. [Dora Melisa/Pustakawan UPT PPBH]


Galeri Foto



0 Comments

Leave a comment

Pemutakhiran

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

Pernyataan Privasi | Ketentuan Penggunaan
© 2014 UPT Bung Hatta. All Rights Reserved.
Anda pengunjung ke 116444
©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia