Berita

PERPUSTAKAAN KELUARGA SEBAGAI PENEBAR VIRUS MINAT BACA

  • 21JUN2018 0
posted by Maynardo Ricard, S.T

KELUARGA adalah kelompok kecil dalam masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuh kembangkan minat baca anak. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membangun perpustakaan di dalam rumah. Bentuk perpustakaan di sini tidak harus besar dan mewah, namun cukup sederhana tapi bisa memenuhi kebutuhan informasi seluruh anggota keluarga. Bentuk Perpustakaannya bisa disederhanakan menjadi semacam koleksi buku bacaan yang dikumpulkan dan ditata dengan rapi ke dalam rak atau satu buah lemari khusus yang tidak terlalu tinggi agar mudah diakses.
Dengan keberadaan perpustakaan keluarga, maka secara sistematis fungsi-fungsi perpustakaan akan dirasakan manfaatnya di dalam keluarga. Fungsi awal yang bisa dirasakan adalah fungsi rekreatif perpustakaan. Fungsi ini bukan hanya bisa dirasakan oleh orang tua, tetapi juga bisa dirasakan oleh anak. Untuk mendapatkan fungsi rekreatif ini, dimulai dengan kegiatan pengenalan buku kepada anak dengan cara membacakan buku dongeng bergambar kepada anak atau bisa juga dengan cara mendorong anak untuk bercerita tentang apa yang telah didengar dan dibacanya.
Dengan permulaan fungsi rekreatif tersebut maka selanjutnya dapat ditingkatkan lagi menjadi fungsi edukatif ketika si anak sudah memasuki usia sekolah dengan menyediakan juga buku yang bisa menunjang kurikulum pelajaran sekolah si anak. Ketika fungsi rekreatif dan edukatif perpustakaan sudah dirasa berjalan maka selanjutnya bisa ditingkatkan lagi fungsinya menjadi fungsi informatif. Perpustakaan keluarga mulai menyediakan buku-buku yang mengandung informasi tambahan di luar pendidikan formal seperti kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan terapan, dan penemuan baru.
Perpustakaan keluarga yang sudah dibangun bisa juga berangsur-angsur mulai diperluas manfaatnya oleh lingkungan sekitar, misalkan saja dengan memperbolehkan tetangga untuk mengakses koleksi buku perpustakaan yang kita miliki untuk sekedar mengisi waktu luang atau menambah informasi. Jika koleksi buku-buku di perpustakaan keluarga dirasa sudah banyak maka bisa saja perpustakaan keluarga yang sudah dibangun untuk meminjamkan sebagian koleksinya atas dasar rasa percaya namun diperlukan pencatatan buku yang keluar dari perpustakaan keluarga untuk mencegah kehilangan.
Setelah tetangga sering meminjam koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan keluarga kita, maka bisa digerakkan untuk membangun perpustakaan keluarganya sendiri dengan koleksi yang berbeda dengan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan keluarga kita supaya diharapkan terjadi kerjasama antar keluarga yang memiliki perpustakaan keluarga. Pada tahapan ini perpustakaan keluarga yang dimiliki sudah bisa dikatakan sebagai agen penebar virus minat baca di lingkungan masyarakat.
Seperti umumnya perpustakaan, untuk mendirikan perpustakaan keluarga pasti mengalami kendala. Kendala-kendala yang dihadapi oleh perpustakaan keluarga yaitu sebagai berikut:
1. Dana
Permasalahan dana berkaitan dengan pengadaan koleksi buku-buku bagi perpustakaan keluarga. Karena kita pasti ingin mengisi perpustakaan keluarga dengan koleksi-koleksi buku yang baik dan bermutu, sedangkan buku-buku tersebut terkadang harganya terbilang cukup mahal sehingga membuat kita berpikir beberapa kali untuk membelinya.
2. Tampilan perpustakaan yang kurang menarik
Berkaitan dengan poin pertama, karena keterbatasan dana maka tampilan perpustakaan keluarga yang kita miliki kurang menarik karena koleksi buku yang dimiliki boleh dikatakan seadanya.
3. Budaya lisan
Di masyarakat kita, masih ada golongan masyarakat yang lebih senang menerima pengetahuan informasi mengenai pengetahuan melalui komunikasi lisan. Mereka masih enggan untuk membaca buku karena dianggap terlalu lama dalam mendapatkan informasinya dan tidak praktis.
4. Distribusi buku
Pendistribusian buku yang dijual oleh penerbit masihlah belum merata di seluruh kota-kota yang ada di Indonesia. Ada buku yang hanya bisa diperoleh di kota besar, terutama buku-buku teks dan buku yang berasal dari luar negeri.
Perpustakaan keluarga memang bisa menjadi salah satu solusi untuk lebih mendekatkan buku kepada keluarga dan masyarakat walaupun masih banyak terdapat kendala untuk mendirikannya. Tetapi dengan menambah koleksi buku secara sedikit demi sedikit dan secara gotong royong, masyarakat secara bersama-sama membuat perpustakaan keluarganya masing-masing dengan koleksi yang berbeda-beda antar perpustakaan keluarga sehingga akan memperkaya koleksi buku yang dimiliki. Dengan perpustakaan keluarga, minat baca akan tumbuh subur bukan hanya di dalam keluarga namun bisa meluas hingga lingkungan masyarakat sekitar. [Deni/Staf Pengembangan dan Pelestarian Bahan Pustaka]
Daftar Pustaka
Sudarsana, Undang. (2014) Materi Pokok Pembinaan Minat Baca. Tanggerang Selatan : Penerbit Universitas Terbuka

Galeri Foto



-->
Pemutakhiran

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

Pernyataan Privasi | Ketentuan Penggunaan
© 2014 UPT Bung Hatta. All Rights Reserved.
Anda pengunjung ke 100809
©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia