Berita

KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL RI RESMIKAN PENCANANGAN PADANG PANJANG KOTA LITERASI

  • 06MEI2018 0
posted by Maynardo Ricard, S.T

Padang Panjang - Gerakan literasi saat ini begitu masif dilakukan di berbagai daerah di Indonesia baik oleh pemerintah daerah maupun pegiat literasi (komunitas atau perorangan). Hal ini dilakukan tidak lain karena tingginya antusiasme untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca dan menulis. Hal ini jugalah yang dilakukan pemerintah kota Padang Panjang yang aktif mensosialisasikan gerakan literasi kepada masyarakatnya. Konsistensi untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis tersebut diwujudkan dengan Pencanangan Padang Panjang sebagai Kota Literasi pada hari Sabtu, 5 Mei 2018.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Padang Panjang Alvi Sena mengatakan Kota Literasi yang diharapkan bukan sekedar slogan, tetapi juga komitmen bersama untuk terus membawa buku sedekat mungkin kepada masyarakat serta menyempurnakan komponen literasi lainnya yang tidak semata berkutat pada baca-tulis-hitung (calistung). Alvi Sena menambahkan bahwa kebiasaan membaca dan menulis haruslah seimbang. Pjs Walikota Padang Panjang Irwan, mengapresiasi keseriusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Padang Panjang bersama forum pegiat literasi untuk mewujudkan cita-cita Padang Panjang sebagai Kota Literasi. Persiapan yang dilakukan sejak tahun 2017 ini diharapkan akan terus berjalan hingga literasi menjadi budaya bagi masyarakat Padang Panjang.

Sementara itu Kepala Perpustakaan Nasional RI Drs. Muhammad Syarif Bando, MM yang hadir sekaligus meresmikan Pencanangan Padang Panjang Kota Literasi mengapresiasi dan mendukung penuh acara tersebut dan berharap daerah lain juga mengikuti langkah kota Padang Panjang. Perpustakaan Nasional sebagai bagaian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan program Nawa Cita Jokowi-JK terutama terkait Revolusi Mental yakni bagaimana mengubah segala perilaku negatif menjadi positif tidak bisa dilakukan tanpa terkait dengan pembangunan kebudayaan. Drs. Muhammad Syarif Bando, MM mengatakan Perpustakaan Nasional merupakan institusi penjaga, pencipta dan pelestari peradaban. Perpustakaan sebagai jembatan pengetahuan masa lalu, kini dan yang akan datang intinya ada pada buku. Penyair dan sastrawan adalah roh dari kebudayaan, karena itu kehadiran Perpustakaan Nasional yang kontennya diisi oleh buku, puisi dan sastra yang dihasilkan oleh penyair mempunyai kekuatan yang luar bisa untuk terus menggelorakan semangat membangun kebudayaan dan nilai-nilai kemanuasiaan. Kebudayaan tidak terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan seperti kebahagiaan, demokrasi, kejujuran, keadilan dan kesatuan yang semuanya terkandung menjadi fondasi dan filosofi UUD 1945 yang dipersingkat dalam Pancasila dasar negara.

Ditambahkan Drs. Muhammad Syarif Bando, MM ada 4 garis besar pengertian literasi yang secara menyeluruh bisa merangkum makna yang berkembang dilapisan masyarakat: 1). Literasi adalah kemampuan seseorang mengumpulkan sumber-sumber bahan bacaan agar mereka bisa eksis dengan profesi yang digeluti. Oleh sebab itu sejatinya setiap orang harus library minded, 2). Literasi adalah kemampuan seseorang untuk memahami apa yang tersirat dari yang tersurat, 3). Literasi adalah kemampuan seseorang mengemukakan ide/gagasan/inovasi baru untuk melakukan perbaikan dari apa yang terjadi di masyarakat, 4). Literasi adalah kemampuan seseorang, koorporasi/lembaga untuk menciptakan barang dan jasa.

Dalam sambutannya Kepala Perpustakaan Nasional juga mengutip isi buku karangan Jeffry Sachs berjudul “A New Map Of The World” dengan mengelompokkan 3 penduduk dunia saat ini: 65% penduduk dunia berada pada pra literasi, 20% pada era literasi dan 15% pasca literasi yang merupakan negara dengan teknologi inovatif yang setiap saat menciptakan teknologi (mesin-mesin pekerja) untuk mempermudah kehidupan masyarakat, dan Indonesia akan dipaksa jadi pasar bagi negara tersebut jika tidak segera bangkit untuk menyesuaikan diri. Sambutan Kepala Perpustakaan Nasional ditutup dengan pembacaan penggalan puisi berjudul Sang Pembaca.

Pencanangan Padang Panjang Kota Literasi merupakan bagian dari serangkaian agenda Temu Penyair Asia Tenggara yang digelar pemerintah Kota Panjang 3-6 Mei 2018. Temu Penyair Asia Tenggara 2018 merupakan tahapan dari pengembangan gerakan literasi di kota Padang Panjang yang kegiatannya diperluas dengan melibatkan masyarakat global melalui media sastra khususnya puisi. Dalam serangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan pemecahan rekor MURI dimana 18.330 siswa mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat menulis puisi bertemakan Anti Narkoba. Puisi Anti Narkoba adalah bentuk kepedulian pemerintah Kota Padang Panjang untuk melindungi masyarakatnya khususnya generasi muda dari bahaya Narkoba sekaligus bentuk pernyataan perang melawan Narkoba.
Selain Kepala Perpustakaan Nasional RI, acara Pencanangan Padang Panjang Kota Literasi yang digelar di lapangan Bancah Laweh tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kasubdit Lingkungan bidang Pendidikan Kombes Agus Sutanto, Senior Manager MURI Yusuf Ngadri, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Taufik Effendi dan turut hadir Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Purwanto serta 300 penyair se-Asia Tengagara. (Dora Melisa, pustakawan UPT PPBH)

Galeri Foto



0 Comments

Leave a comment

Pemutakhiran

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jl. Salemba Raya 28A Kotak Pos 3624
Jakarta 10002 - Indonesia

Jam Layanan

Senin - Jumat : 09.00 - 15.00 (WIB)

Kontak Kami

(021) 929 209 79
(021) 392 7919; (021) 319 084 79 (fax)
info@perpusnas.go.id

Pernyataan Privasi | Ketentuan Penggunaan
© 2014 UPT Bung Hatta. All Rights Reserved.
Anda pengunjung ke 104532
©2015 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia